Tsunami dan Potong Bebek Angsa

Gempa dan tsunami tahun 2014 di Aceh dan sekitarnya, tercatat setidaknya 150.000 korban yang tewas maupun hilang akibat bencana tsb di wilayah Indonesia.  Menariknya dari ratusan ribu korban yang jatuh, hanya 7 korban yang tewas di Pulau Simeulue.

Kebanyakan warga pulau selamat karena mereka sudah menyadari bahaya tsunami melalui tradisi tutur lisan dalam bentuk syair nyanyian yang berisi anjuran melarikan diri ke tempat yang lebih bila ada smong. Smong adalah istilah tsunami bagi penduduk Pulau Simeulue. Peristiwa tsunami tahun 1907 lampau, membuat warga pulau tsb menciptakan syair mengenai smong, tanda-tandanya, dan apa yang mesti dilakukan bila smong terjadi.

Syair ini ditutur lisankan ke generasi berikutnya dengan arti kurang lebih berikut : “Saat laut berprilaku aneh, jika alam mengirimkan tanda, larilah ke bukit. Jangan bertanya, jangan melihat ke belakang”

Dampaknya adalah warga pulau memiliki kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami. Saat tsunami terjadi mereka secara refleks saling berteriak “Smong.. lari-lari”. Berhamburan mereka lari ke bukit atau tempat yang tinggi. Hingga selamat dari terjangan tsunami.

Kearifan sosial ini nampaknya harus kita tularkan kepada anak-anak kita. Kita mesti memiliki lagu sederhana yang mudah dinyanyikan dan di ingat oleh anak-anak. Di ajarkan di play group, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar. Hingga kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana tertanam semenjak dini.

Kita bisa mulai dengan syair dan lagu tsunami, misalnya. Gubah saja syair lagu anak-anak yang populer di sini -bahkan populer pula di kalangan politisi- yaitu potong bebek angsa. Ganti syairnya menjadi sebagai berikut :

Saat ada gempa
Gempa besar skali
Lalu laut surut
Segralah berlari
Pergi ke bukit
Tempat yang tinggi
Lalalalala lalalala
Slamatkan diri
Dari Tsunami
Lalalalala lalalala

Kalau ini kita bisa sosialisasikan syair mengenai tsunami ini kepada anak-anak kita semenjak dini dan menjadi bagian dari kearifan lokal bangsa ini. Insya Allah, korban tewas yang terjadi akibat tsunami bisa di minimalisir. Amin.